Hari Donor Darah Sedunia: Selamatkan Ibu Melahirkan

14 Juni 2006 - Memperingati Hari Donor Darah Sedunia, Palang Merah Indonesia (PMI) mengerahkan 250 relawannya untuk ikut dalam acara peringatan yang dipusatkan di Bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Kamis (14/6). Pada acara yang diprakarsai oleh Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI), para relawan bersama dengan 150 Donor Darah Sukarela (DDS) dan sejumlah artis ibukota melakukan aksi simpatik yaitu membagikan bunga ke masyarakat di seputar Bunderan HI termasuk para pengendara kendaraan. “Saya hadir hari ini untuk ikut mengajak masyarakat melakukan donor darah. Tidak usah takut, donor darah ternyata menyehatkan,” kata Husni Hidayat, DDS yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 175 kali.

Pesan yang disampaikan pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia kali ini adalah “Save Blood for Save Motherhood” atau “Donor Darah Menyelamatkan Ibu yang Melahirkan”. “Untuk peringatan ini PMI dan sejumlah organisasi donor darah lebih menekankan pada donor darah untuk ibu-ibu hamil yang akan melahirkan. Ini dilakukan mengingat tingginya jumlah kaum ibu yang meninggal saat melahirkan akibat pendarahan,” jelas Drs. Syamsul Komar, Kepala Markas PMI DKI Jakarta.

Hal ini juga ditekankan oleh Ketua Umum PDDI, Adang Daradjatun yang mengatakan Indonesia termasuk negara berkembang dengan kematian ibu-ibu hamil yang tinggi. “Di Indonesia ada ibu yang meninggal karena melahirkan setiap 2 jam. Karenanya mari kita sumbangkan darah dengan sukarela dan penuh ketulusan hati,” ajak Adang Daradjatun.

Menurut data PDDI, setiap tahunnya lebih dari 500 ribu kaum ibu meninggal dalam masa kehamilan atau kelahiran. Sebanyak 99 persen di antaranya terjadi di negara-negara berkembang. Angka rasio kematian ibu dalam kehamilan atau kelahiran di Asia adalah 1:65.

Sementara itu sampai saat ini Indonesia baru dapat menyediakan 1,3 juta kantong darah dari 4 juta kantong darah yang dibutuhkan. Dengan angka ini, baru 0,6 persen masyarakat yang menjadi donor darah sukarela (DDS). Melalui peringatan ini PMI dan sejumlah organisasi donor darah mengajak masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk melakukan donor darah sebagai bentuk soildaritas dan aksi kemanusiaan terhadap sesama.

Sumber : PMI

Jantung Sehat dengan Donor Darah


BANYAK anggapan salah seputar donor darah, dari kecanduan hingga bisa menggemukkan badan. Padahal, kegiatan tersebut justru dapat membuat jantung bekerja optimal dan mendeteksi penyakit sejak dini.

Tidak semua orang mau membiarkan darah yang mengalir di tubuhnya berpindah untuk diproses dan ditransfusikan kepada orang yang membutuhkan. Masih jarang orang yang mengerti pentingnya mendonorkan darah.

Untuk mendonorkan darah kepada orang lain, dibutuhkan kerelaan. Pendonor juga harus memiliki tubuh yang sehat dan terbebas dari berbagai jenis penyakit.

Beberapa motif yang biasanya melatari orang mendonorkan darahnya antara lain misi sosial atau menolong keluarga. Dari motif-motif tersebut, pendonor terbaik adalah mereka yang menyumbangkan darahnya secara rutin dan berkesinambungan secara sukarela yaitu sekali dalam tiga bulan.
Keuntungan lain mendonorkan darah, jika dilakukan dengan rutin, antara lain membuat jantung bekerja lebih baik, karena darah yang dipompa adalah darah yang bersih. "Untuk kesehatan jantung memang efek yang ditimbulkan tidak langsung namun bertahap. Karena jika darah yang mengalir pada tubuh adalah darah yang sehat, jantung juga akan sehat secara otomatis," kata Kepala Unit Transfusi Darah Daerah Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Dr Ismet Sanusi.

Manfaat lain yang dipetik oleh pendonor sukarela ialah mengetahui bahwa dirinya sehat. "Orang-orang yang darahnya bisa digunakan adalah mereka yang benar-benar sehat," terang Ismet.

Dia menuturkan, setiap kali menerima darah dari para pendonor, maka PMI melakukan proses pengolahan darah yang terdiri atas screening atau pemeriksaan darah dan konfirmasi golongan darah. Kemudian dilakukan uji saring darah yang berfungsi mengetahui kesehatan darah, apakah terbebas dari hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, dan sifilis.

Setelah proses uji saring selesai, dilakukan uji cocok serasi yaitu percobaan percampuran darah donor dengan darah pasien (cross matching).

"Darah di PMI dapat dijamin kesehatannya karena telah mengalami beberapa proses uji penyaringan. Pemeriksaan uji saring terhadap infeksi yang menular lewat transfusi darah dilakukan setelah darah diambil dari donor. Sehingga saat ditransfusikan, darah tersebut sudah bebas dari penyakit," katanya.

Bagi para pendonor yang darahnya tidak sehat, misalnya tercemar sifilis, hepatitis A atau hepatitis C, maka PMI akan mengirimkan sebuah surat yang menerangkan hasil penyaringan yang reaktif pada darah pendonor.

"Pendonor kita sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, setelah surat keterangan sehat dari dokter keluar, baru pendonor tadi akan dipertimbangkan dengan syarat tertentu apakah boleh mendonorkan darah kembali," tambah Ismet.

Reaksi yang muncul ketika pendonor mendapatkan surat, sangat beragam, seperti berterima kasih karena bisa mengetahui deteksi dini penyakit yang terdapat pada tubuh, hingga ada pula pendonor yang marah-marah karena merasa divonis.

"Itulah bedanya Indonesia dengan Jepang. DiJepang, orang mendonorkan darah dengan sukarela karena ingin mengetahui kesehatan, mereka jadi sebagai sarana checkup

Sayangnya, lanjut Ismet, kesadaran seperti itu tidak ditemukan di Indonesia. Umumnya, donor darah di Indonesia adalah donor darah sukarela tanpa pamrih sehingga mereka tidak termotivasi hanya karena ingin mengetahui status kesehatannya.

Manfaat melakukan donor darah dirasakan oleh Kabid Administrasi PLH Humas PMI DKI Jakarta Drs Harry Harsono. Dia mulai mendonorkan darah sejak 1976 hingga sekarang. "Setiap kali habis mendonorkan darah, badan terasa lebih segar," kata Harry yang tercatat telah 108 kali mendonorkan darah. kesehatan," ungkap Ismet lagi.

http://lifestyle.okezone.com



WASPADA DEMAM BERDARAH

Penyakit demam berdarahAdalah demam disertai perdarahan di bawah kulit, selaput hidung dan lsmbung disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti.
CIRI-CIRI NYAMUK AEDES AEGEPTY
Hidup di dalam dan disekitar rumah.
Menggigit dan menghisap darah pada siang hari.
Senang hinggap pada pakaian yang bergantungan dalam kamar.
Bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah bukan di got/ comberan
Di dalam rumah: bak mandi, tempayan, vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut.
Di luar rumah : drum, tangki penampungan, air, kaleng bekas, ban bekas, botol pecah, potongan bambu, tempurung kelapa
TEMPAT YANG MEMPUNYAI RESIKO TINGGI PENULARAN
Tempat umum (Rumah Sakit, Puskesmas, Sekolah, Hotel/Tempat penginapan) yang kebersihannya tidak terjaga, khususnya tempat-tempat penampungan air ( bak mandi, WC).
CARA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH
PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk)
MENGURAS dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi/WC, drum dn lain-lain sekurang-kurangnya seminggu sekali.
MENUTUP rapat-rapat tempat penampungan air ( gentong air/ tempayan)
MENGUBUR atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menapung air hujan, seperti kaleng bekas, ban bekas, botol bekas, potongan bambu dan yang lain-lain yang dapat menampung air hujan.
Dengan cara 3M ( Menguras, Menutup dan Mengubur) :
PLUS cara lainnya :
Ganti air vas bunga dan perangkapsemut seminggu sekali
Perbaiki saluran air dan talang air yng tidak lancar/rusak
Tutuplah lubang-lubang pagar bambu dengan tanah atau adukan semen.
Lipat pakaian yang bergantungan dalam kamar.
Tidur dengan menggunakan kelambu.
Pasang kawat kassa.
Pencahayaan dan ventilasi yang memadai.
Pelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk.
Pemantauan Jentik berkala.
Bubuhkan bubuk pembunuh jentik (larvasida) di tempat yang sulit dikuras atau daerah yang sulit air.



Fasilitas Donor Darah Sukarela



MUDAH
Tidak diperlukan proses yang rumit dan setiap orang bisa menjadi donor darah bila memenuhi persyaratan
CEPAT
Kegiatan donor darah berlangsung cepat sehingga setelah menyumbangkan darah anda bisa langsung bekerja kembali tanpa banyak membuang waktu
AMAN
Kegiatan donor darah aman dari resiko tertular penyakit dan tidak merugikan kesehatan anda, bahkan dapat mendeteksi kesehatan anda
BERMANFAAT
Darah yang anda sumbangkan hanya sebagian kecil dari keseluruhan jumlah darah di tubuh anda, namun darah yang anda sumbangkan mempunyai
nilai pengobatan dan pemulihan kesehatan, bahkan dapat menyelamatkan jiwa bagi orang yang membutuhkan


Tata Cara Donor Darah


1. Donor menyerahkan kartu donornya kepada petugas transfusi bila sudah pernah donor, dan yang baru dibuatkan kartu donor
2. Donor ditimbang berat badannya
3. Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)
4. Setelah memenuhi untuk menjadi donor sesuai persyaratan diatas seperti HB normal, berat badan cukup, maka donor dipersilahkan tidur untuk diperiksa kesehatannya oleh dokter transfusi
5. Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter) barulah petugas transfusi darah (AID/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya berdasarkan berat badan (250 cc – 500 cc)
6. Setelah diambil darahnya donor dipersilahkan ke kantin donor untuk menikmati hidangan ringan berupa kopi/susu, telor dan vitamin
7. Donor kembali ke bagian administrasi untuk mengambil kartu donornya yang telah diisi tanggal penyumbang dan registrasi oleh petugas
8. Selesai (pulang)

SBY Serukan Gerakan Nasional Donor Darah Sukarela


Khairul Ikhwan - detikinet
Medan - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan donor darah sukarela. Hal ini perlu dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dan sebagai bentuk nyata kesetiakawanan sosial.

Hal itu disampaikan Presiden SBY pada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (19/12/2007). Acara itu dihadiri sekitar 10 ribu orang dari berbagai lapisan masyarakat.
"Setetes darah kita dapat menyelamatkan mereka, saudara-saudara kita yang memerlukan," kata SBY.

Presiden menyatakan, dirinya menyerukan Gerakan Nasional Donor Darah Sukarela karena merupakan bentuk nyata dari pelaksanaan kesetiakawanan sosial. Donor darah dapat menggugah masyarakat untuk saling membantu antarsesama, sebab itu donor darah harus dapat menjadi budaya masyarakat.

"Mulailah kita berbuat dari yang paling kecil, yang dapat di lingkungan kita. Seperti peduli terhadap tetangga yang kesusahan, menyantuni anak yatim atau menjadi bapak angkat bagi anak yang kurang mampu dalam melanjutkan pendidikan," kata SBY.

Pada penutup pidatonya, Presiden mengharapkan agar kesetiakawanan sosial dapat membawa negara untuk semakin bangkit di masa depan. Kesetiakawanan sosial jangan hanya menjadi wacana atau hanya menjadi jargon, tetapi harus diimplementasikan dalam bentuk guna membantu mengatasi kemiskinan dan pengangguran. ( rul / djo )

Waspada!! Bahaya HIV/AIDS Lewat Transfusi Darah

Pernah denger dung yang namanya tranfusi darah? Yaitu pemindahan darah dari seseorang (donor) ke orang lain (resipien) dengan tujuan tertentu. Namun, tranfusi darah juga dapat menjadi salah satu pintu masuk segala penyakit yang ditularkan melalui darah, seperti hepatitis B, C, sifilis, bahkan HIV.Emang sih, sebelum digunakan, darah yang kita donorkan akan melalui proses penyaringan (skrining) terhadap penyakit-penyakit tersebut. Tapi khusus untuk HIV, ada yang namanya masa jendela (window periode), yaitu masa dimana HIV sudah ada dalam darah tapi belum bisa dideteksi karena antibodinya belum membentuk system kekebalan tetapi tetap bisa menular.

Umumnya masa jendela berlangsung 3-6 bulan setelah terinfeksi. Misalnya, seseorang semalam pake narkoba suntik bergantian. Ada kemungkinan malam itu sudah tertular HIV. Jika beberapa hari kemudian ia donor darah, kemungkinan besar darahnya telah tercemar HIV sehingga bisa menularkan ke orang lain karena ia ada pada masa jendela
Kini dikembangkan metode skrining NAT (Nucleid Acid Test) atau PCR (Polimerase Chain Reaction) yang mendeteksi HIV dalam waktu 11 jam. Tapi biayanya sangat mahal, dan ini baru dilakukan UTD PMI DKI Jakarta. Sedangkan bagi donor yang darahnya terinfeksi hepatitis, sifilis, dan HIV, akan diberitahu oleh PMI via surat dengan menjaga kerahasiaan status dan identitas donor yang terinfeksi
Meningkatnya kasus HIV di Indonesia menurut Depkes hingga Desember 2007 sudah mencapai 17.207 kasus. Angka ini dapat diminimalisir jika kita jujur saat melakukan donor darah. Jangan sampai niat baik kita justru menjadi malapetaka bagi orang lain


Darah Anda Tak akan Berkurang Karena DONOR

Jakarta, Kamiseh: dr. Sonia Grania WibisonoDarah bagi sebagian orang bisa menimbulkan kengerian. Apalagi, kalau kemudian disangkutkan dengan donor darah."Wah, darah saya berkurang dong?" demikian yang terbersit di benak mereka.
Selain kengerian, ada juga pengakuan lain seputar donor darah. Ada yang mengaku malah mengalami kenaikan bobot badan bila berdonor. Ada yang sembuh dari alergi. Bahkan ada yang bilang, jangan hanya sekali berdonor, kalau tak ingin tekanan darahnya naik.


Dari sudut medis tindakan menyumbang darah merupakan kebiasaan baik bagi kesehatan pendonor. Salah satunya, dengan berdonor darah secara teratur berarti Anda melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur pula. Karena memang sebelum mendonorkan darah orang harus lebih dulu diperiksa kesehatannya secara lengkap. Banyak penyakit yang terkadang tidak bergejala, seperti tekanan darah tinggi ditemukan secara tidak sengaja dalam pemeriksaan rutin, yakni dalam selang waktu minimal 56 hari sekali.

Jadi, tidak benar bila dikatakan sekali mendonorkan darah kita harus terus-terusan menjadi donor agar tidak terjadi hipertensi (tekanan darah tinggi). Yang benar, itu tadi, bila dilakukan secara teratur, kesehatan kita akan diperiksa secara teratur pula melalui pemeriksaan sebelum berdonor.

Mengapa menyumbang darah sebaiknya dilakukan secara rutin?

Darah yang kita sumbangkan dapat expired (kedaluwarsa) bila tidak terpakai. Sel-sel darah merah harus digunakan dalam 42 hari. Platelet harus digunakan dalam 5 hari, dan plasma dapat dibekukan dan digunakan dalam jangka waktu 1 tahun.
Selain itu, donor darah akan membantu menurunkan risiko terkena serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Penelitian menunjukkan, mendonorkan darah akan mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh. Walau masih perlu penelitian lagi untuk memastikannya, kelebihan zat besi diduga berperan menimbulkan kelainan pada jantung. Kelebihan itu akan membuat kolesterol jahat (LDL) membentuk aterosklerosis (plak lemak yang akan menyumbat pembuluh darah). Menurunnya angka masalah penyakit jantung terutama terlihat pada para pendonor yang tidak merokok.

Pada wanita yang telah mengalami menopause, kadar zat besi dalam darahnya lebih tinggi dibandingkan dengan saat masih haid. Itu karena zat besi dikeluarkan pada saat menstruasi. Jadi pada wanita menopause, zat besi yang terlalu banyak dapat dikeluarkan dengan cara mendonorkan darah.

Jika donor darah dilakukan 2-3 kali setahun, atau setiap 4 bulan sekali, diharapkan kekentalan darah berkurang sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Sistem produksi sel-sel darah juga akan terus terpicu untuk memproduksi sel-sel darah baru yang akan membawa oksigen keseluruh jaringan tubuh. Sirkulasi darah yang baik akan meningkatkan metabolisme dan merevitalisasi tubuh.

Siklus pembentukan sel-sel darah baru yang lancar dan metabolisme tubuh yang berjalan baik, membuat berbagai penyakit dapat dihindarkan. Namun, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa menyumbangkan darah akan membuat seseorang sembuh dari penyakit alergi.

Selama 24 jam setelah berdonor, volume darah akan kembali normal. Sel-sel darah akan dibentuk kembali dalam waktu 4-8 minggu. Jadi, pendonor tidak perlu khawatir akan kekurangan darah. Menyumbang darah sama sekali tidak akan mengurangi kekuatan tubuh.

Bahkan, orang yang sekali waktu pernah didiagnosis menderita anemia (kurang darah), bila kondisinya sudah membaik dapat saja kemudian mendonorkan darahnya. Seseorang yang didiagnosis anemia, bukan berarti ia akan anemia seumur hidup.

Bagaimana dengan batasan usia?

Sebab ada pendapat, mereka yang usianya kurang dari 21 tahun atau lebih dari 65 tahun tidak dapat menjadi pendonor. Sesungguhnya, orang yang berusia antara 17-75 tahun dapat melakukannya. Malah, setelah berusia lebih dari 75 tahun pun, bila dinyatakan sehat dan diizinkan oleh dokter yang bersangkutan masih dapat berdonor. (intisari)

Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari bahasa Yunani, haima, yang berarti darah. Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit.
Banyak orang yang meninggal karena terluka saat kecelakaan atau terluka dalam peperangan, dan tidak dapat memperoleh darah sebelum mereka ke rumah sakit. Namun, masalah tersebut akan segera teratasi. Pasalnya, para peneliti dari Universitas Sheffield, Inggris sedang mengembangkan darah sintetis yang terbuat dari plastik. Darah sintetis ini dapat digunakan sebagai pengganti darah alami dalam situasi darurat. Darah plastik ini, memiliki kegunaan yang besar dalam aplikasi militer dan peristiwa bencana alam.

Karena terbuat dari plastik, sudah pasti bobotnya akan jauh lebih ringan ketimbang darah cair alamiah. Dengan bobot yang ringan ini, darah plastik dapat dengan mudah dibawa kemana-mana dan gampang disimpan. Paramedis maupun dokter, tinggal menyimpannya dalam bentuk pasta kental dalam kantung darah dan melarutkannya dengan air sebelum diberikan kepada pasien. Kepraktisannya tersebut dapat menunjukkan bahwa darah buatan ini lebih mudah dibawa daripada darah cair.

Darah alamiah dari seorang pendonor mempunyai masa hidup yang relatif singkat, yaitu sekitar 35 hari, dan setelah itu harus dimusnahkan. Selain itu, untuk menyimpannya pun juga membutuhkan mesin pendingin. Beda dengan darah sintetis. Darah plastik ini memiliki kelebihan. Keunggulan yang dimilikinya yaitu, darah plastik dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama dan stabil dalam temperatur ruang.

Tidak hanya itu, dengan menggunakan darah buatan ini, pasien juga terhindar dari masalah yang biasa ditemui dalam proses transfusi darah, seperti ditemukannya penyakit dalam darah, ketidakcocokan dan keterbatasan persediaan. Darah buatan ini dibuat dari molekul plastik yang menyimpan atom besi dalam intinya, seperti hemoglobin, yang dapat mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Molekul plastik yang kecil ini bergabung dalam struktur percabangan yang menyerupai pohon, dengan ukuran dan bentuk yang sangat mirip dengan molekul hemoglobin. Sehingga membentuk lingkungan yang tepat bagi zat besi untuk mengikat oksigen dalam paru-paru.

Para peneliti dari Universitas Sheffield berharap, darah buatan ini dapat berguna untuk aplikasi militer dan peristiwa darurat lainnya. Dan karena terbuat dari plastik maka dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Salah satu peneliti yang mengembangkan darah buatan ini, Dr. Lance Twyman, sangat senang dengan potensi dari produk darah sintetis dari plastik. Meskipun darah plastik ini dalam jumlah banyak, ambulan atau angkatan bersenjata dapat dengan mudah membawanya. Metode ini juga murah, sehingga dapat dibuat berton-ton material jika dibutuhkan.


Source:
*http://www.rsc.org/Publishing/Journals/CC/article.asp?doi=b600831n
*Buletin Indonesia, Melbourne

“Darah Plastik” :Darah masa depan penyelamat kehidupan.

Rabu, 20-06-2007Para peneliti dari Universitas Sheffield sedang mengembangkan darah buatan yang terbuat dari plastik, yang dapat digunakan sebagai pengganti darah alami dalam situasi darurat. “Darah plastik” ini memiliki kegunaan yang besar dalam aplikasi militer dan peristiwa bencana alam.Berhubung darah buatan ini terbuat dari plastik, maka ringan bobotnya hingga mudah dibawa serta mudah untuk disimpan. Para dokter dapat menyimpannya dalam bentuk pasta kental dalam kantung darah dan melarutkannya dengan air sebelum diberikan kepada pasien – menunjukkan bahwa darah buatan ini lebih mudah dibawa daripada darah cair.
Darah alamiah manusia dari pendonor memiliki masa hidup yang relatif singkat, yaitu sekitar 35 hari, setelah itu harus dimusnahkan. Dan dalam penyimpanannya juga membutuhkan mesin pendingin, sedangkan “darah plastik” dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama dan stabil dalam temperatur ruang. Dengan menggunakan darah buatan ini pasien juga terhindar dari masalah yang biasa ditemui dalam proses transfusi darah, seperti ditemukannya penyakit dalam darah, ketidakcocokan dan keterbatasan persediaan. Darah buatan ini dibuat dari molekul plastik yang menyimpan atom besi dalam intinya, seperti hemoglobin, yang dapat mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Molekul plastik yang kecil bergabung dalam struktur percabangan yang menyerupai pohon, dengan ukuran dan bentuk yang sangat mirip dengan molekul hemoglobin. Sehingga membentuk lingkungan yang tepat bagi zat besi untuk mengikat oksigen dalam paru-paru dan melepaskannya dalam tubuh.
Dalam pengembangannya, para peneliti berharap darah buatan ini dapat berguna untuk aplikasi militer dan peristiwa darurat lainnya. Dan karena terbuat dari plastik maka dapat terjangkau oleh masyarakat luas. Para peneliti saat ini sedang meneliti lebih jauh untuk mengembangkan prototype akhir yang tepat untuk pengujian biologi.

Dr. Lance Twyman, dari Departemen Kimia Universitas Sheffield, yang telah mengembangkan darah buatan ini dalam lima tahun terakhir mengatakan: “Kami sangat senang dengan potensi dari produk darah sintetik dari plastik dan fakta bahwa ini dapat menyelamatkan nyawa manusia. Banyak orang yang meninggal karena terluka saat kecelakaan atau terluka dalam peperangan dan tidak dapat memperoleh darah sebelum mereka ke rumah sakit. Darah plastik dapat disimpan lebih mudah daripada darah, dan dalam jumlah banyak dapat lebih mudah dibawa dengan ambulans dan angkatan bersenjata. Metode ini juga murah sehingga kita dapat membuat berton-ton material ini jika dibutuhkan.” Dia menambahkan: “Saya harap masyarakat dapat menyaksikannya di Museum Pengetahuan dan semoga pada masa yang akan datang dapat lebih dari sekedar prototipe, tapi dapat menjadi produk nyata yang berguna dalam situasi hidup atau mati.”

Sumber: Up-dates web discovery-dot-com / Tyas SA.

SEPUTAR DONOR DARAH

1. DONOR DARAH
a. Syarat-syarat Teknis Menjadi Donor Darah :
umur 17 - 60 tahun
( Pada usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila mendapat ijin tertulis dari orangtua. Sampai usia tahun donor masih dapat menyumbangkan darahnya dengan jarak penyumbangan 3 bulan atas pertimbangan dokter )
Berat badan minimum 45 kg
Temperatur tubuh : 36,6 - 37,5o C (oral)
Tekanan darah baik ,yaitu:
Sistole = 110 - 160 mm Hg
Diastole = 70 - 100 mm Hg
Denyut nadi; Teratur 50 - 100 kali/ menit
Hemoglobin
Wanita minimal = 12 gr % 
Pria minimal = 12,5 gr %
Jumlah penyumbangan pertahun paling banyak 5 kali, dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan. Keadaan ini harus sesuai dengan keadaan umum donor.

b. Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:
Pernah menderita hepatitis B
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah transfusi
Dalam jangka waktu 6 bulan sesudah tattoo/tindik telinga
Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
Dalam jangka wktu 6 bulan sesudah operasi kecil
Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, cholera, tetanus dipteria atau profilaksis
Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksinasi virus hidup parotitis epidemica, measles, tetanus toxin.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies therapeutic
Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transpalantasi kulit.
Sedang hamil dan dalam jangka waktu 6 bulan sesudah persalinan.
Sedang menyusui
Ketergantungan obat.
Alkoholisme akut dan kronik.
Sifilis
Menderita tuberkulosa secara klinis.
Menderita epilepsi dan sering kejang.
Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polibetemiavera.
Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai resiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah

2. BAGAIMANA MENDAPATKAN DARAH

a. Prosedur Permintaan Darah
Dokter yang merawatlah yang menentukan pasien membutuhkan darah atau tidak
Membawa formulir khusus rangkap 4 atau 5 untuk permintaan darah yang telah diisi oleh dokter yang merawat disesrtai contoh darah pasien dengan identitas yang jelas.
Formulir dan contoh darah tersebut dikirim ke Bank Darah di rumah sakit atau laboratorium UTDC PMI setempat. Untuk Daerah Jakarta, darah dapat diperoleh di UTDD PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya No.47, apabila persediaan darah yang diminta oleh dokter tidak ada di bank darah rumah sakit tmaka bawalah donor pengganti ke UTDC setempat.
Atas dasar permintaan dokter di RS tersebut UTDC melakukan pemeriksaan reaksi silang antara contoh darah donor dengan contoh darah pasien, yang memakan waktu lebih kurang 1,5 jam.
Pemeriksaan ini mutlak harus dilakukan walaupun golongan darah pasien dengan golongan darah donor sama. Bila dalam pemeriksaan silang tidak terdapat kelainan maka barulah darah donor diberikan kepada pasien. Bila pada pemeriksaan ditemukan kelainan atau ketidakcocokan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari sebab kelainan atau ketidakcocokan tersebut.

b.Tempat Pengambilan Darah 
(Khusus wilayah Propinsi DKI Jakarta)
UNIT TRANSFUSI DARAH DAERAH PMI DKI JAKARTA 
Jl. Kramat Raya No. 46, Jakarta Pusat. 
Telp. 327711,3906666,3909259 
Buka 24 Jam
BANK DARAH PMI di RS. HUSADA 
Jl. Mangga Besar 137 / 139 
Jakarta Pusat, Telp. 6260108
BANK DARAH PMI di RS. SUMBER WARAS 
Jl. Kyai Tapa, Grogol. Jakarta Barat 
Tlp. 5682011
BANK DARAH PMI di RS. PERSAHABATAN 
Jl. Persahabatan. Jakarta Timur 
Telp. 4891708 ; 4711219
BANK DARAH PMI di RS. KOJA 
Jl. Deli No. 4, Tanjung Priok Jakarta Utara 
Tlp. 4352401, 496132, 498478
BANK DARAH PMI di RS FATMAWATI 
Jl. Raya Fatmawati Jakarta Selatan 
Telp. 7501524

MOBIL UNIT

Untuk penyumbangan berkelompok, mobil unit baru dapat melayani permintaan untuk menjadi donor darah sukarela jika minimal ada 40 orang perkelompok.

Wilayah di luar DKI Jakarta, dapat menghubungi Unit-Unit Transfusi Darah PMI Cabang , seperti berikut :Daftar Nomer Telpon UTD PMI Cabang 
No Daerah No Telpon
I Banda Aceh  
1 Kod Banda Aceh 0651 - 231 / 332281
2 Kab Aceh Utara 0645 - 740202
3 Kab Aceh Timur/Langsa 0641 - 22051
II Sumatera Utara  
4 Kod Medan 061 - 6621918
5 Kab Simalungun/P Siantar 0622 - 21856
6 Kab Tap Sel/ P Sidempuan 0634 - 23845
7 Kod Asahan/Tj Balai 0623 - 92033
8 Kod Tebing Tinggi 0621 - 22084
9 Kab Deli Sedang 061 - 7953820
III Sumatera Barat  
10 Kod Padang 0751 - 31795
11 Kod Bukit Tinggi 0752 - 31605
IV Riau  
12 Kod Pakan Baru 0761 - 23126
13 Kep Riau/Tj Pinang 0771 - 22734
14 Kotif Batam Sekupang 0778 - 450626
V Sumatera Selatan  
15 Kod Palembang 0711 - 356282
16 Kod Pangkal Pinang 0717 - 432467
17 Kab Belitung/Tj Pandan 0719 - 21585
18 Kab Lahat 0731 - 21798
20 Kab Ogan Komering Ulu 0735 - 20298
VI Jambi  
21 Kod Jambi 0741 - 61827
VII Bengkulu  
22 Kod Bengkulu 0736 - 27018
VIII Lampung  
23 Kod B Lampung 0721 - 702147
24 Kab L Utara/Kota Bumi 0724 - 22095
IX DKI Jakartra  
25 UTDD PMI DKI Jakarta 021 - 3906666
X Jawa Barat  
26 Kod Bandung 022 - 4208677
27 Kab Bandung/Soreang 022 - 5950035
28 Kab Serang 0254 - 200724
29 Kab Tangerang 021 - 5523582
30 Kota Bogor 0251 - 342864
31 Kab Bogor 0251 - 29491
32 Kod Sukabumi 0266 - 225180
33 Kab Sukabumi 0266 - 225343
34 Kab Garut 0262 - 233672
35 Kab Tasimalaya 0265 - 331325
36 Kab Karawang 0267 - 405190
37 Kod Cirebon 0231 - 201003
38 Kab Cirebon 0231 - 207587
39 Kab Purwakarta 0264 - 200100
40 Kab Bekasi 021 - 8855713
41 Kab Cianjur 0263 - 265167
42 Kab Subang 0264 - 91423
43 Kab Lebak Rangkasbitung 0252 - 21087
44 Kab Majalengka 0233 - 22048
45 Kab Ciamis 0265 - 771405
46 Kab Sumedang 0261 - 81623
47 Kab Indramayu 0234 - 272324
48 Kab Kuningan 0232 - 81505

3. PENGELOLAAN DARAH & BIAYA PENGGANTIAN PENGELOLAAN (Service Cost )
Upaya kesehatan Transfusi Darah adalah upaya kesehatan yang bertujuan agar penggunaan darah berguna bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan . Kegiatan ini mencakup antara lain :pengerahan donor,penyumbangan darah, pengambilan, pengamanan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian darah kepada pasien.

Kegiatan tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga darah yang dihasilkan adalah darah yang keamanannya terjamin. Demikian juga dengan donornya, donor yang menyumbagkan darahnya juga tetap selalu sehat.

Kelancaran pelaksanaan upaya kesehatan transfusi darah di atas sangat terkait dengan dukungan faktor ketenagaan, peralatan, dana dan sistem pengelolaannya yang hakikatnya kesemuanya itu memerlukan biaya.

Biaya yang dibutuhkan untuk proses kegiatan tersebut diatas adalah biaya pengelolaan darah ( Service Cost) , yang pada prakteknya manfaatnya ditujukan kepada pengguna darah di rumah sakit. Penarikan service cost/biaya pengelolaan darah untuk pemakaian darah dilakukan semata-mata sebagai penggantian pengelolaan darah sejak darah diambil dari donor sukarela sampai darah ditransfusikan pada orang sakit dan bukan untuk membayar darah.

Pengelolaan Darah
Yang dimaksud dengan pengelolaan darah adalah tahapan kegiatan untuk mendapatkan darah sampai dengan kondisi siap pakai, yang mencakup antara lain :
Rekruitmen donor.
Pengambilan darah donor.
Pemeriksaan uji saring.
Pemisahan darah menjadi komponen darah.
Pemeriksaan golongan darah.
Pemeriksaan kococokan darah donor dengan pasien.
Penyimpanan darah di suhu tertentu
Dan lain-lain.

Untuk melaksanakan tugas tersebut dibutuhkan sarana penunjang teknis dan personil seperti :
Kantong darah.
Peralatan untuk mengambil darah.
Reagensia untuk memeriksa uji saring, pemeriksaan golongan darah, kecocokan darah donor dan pasien.
Alat-alat untuk menyimpan dan alat pemisah darah menjadi komponen darah.
Peralatan untuk pemeriksaan proses tersebut.
Pasokan daya listrik untuk proses tersebut dan
Personil PMI yang melaksanakan tugas tersebut

Peranan ketersediaan prasarana di atas sangat menentukan berjalannya proses pengolahan darah. Untuk itu pengadaan dana menjadi penting dalam rangka menjamin ketersediaan prasarana tersebut, PMI menetapkan perlunya biaya pengolahan darah ( service cost).

"Service Cost "
Besarnya jumlah Service Cost yang ditetapkan standar oleh PMI adalah sebesar Rp 128.500,- Namun demikian dalam prakteknya di beberapa rumah sakit, terutama swasta, jumlahnya bisa disesuaikan dengan keadaan RS-nya. oleh karena adanya kebijakan "subsidi silang". Bagi yang tak mampu, pembebasan service cost juga dapat dikenakan sejauh memenuhi prosedur administrasi yang berlaku. 

"Service cost" tetap harus dibayar walaupun pemohon darah membawa sendiri donor darahnya. Mengapa demikian? Karena bagaimanapun darah tersebut untuk dapat sampai kepada orang sakit yang membutuhkan darah tetap memerlukan prosedur seperti tersebut diatas.

Demikian pula Service Cost tetap ditarik walaupun PMI telah menerima sumbangan dari masyarakat karena hasil sumbangan masyarakat tersebut masih jauh dari mencukupi kebutuhan operasional Unit Darah Daerah PMI DKI Jakarta.
Penarikan service cost di Jakarta khususnya dapat dilakukan di :
+ Rumah Sakit 
Rumah sakit yang sudah mempunyai Bank Darah atau yang belum mempunyai Bank Darah tetapi permintaan darahnya banyak.
Kemudian UTDD PMI DKI akan menagih setiap bulan ke rumah sakit tersebut, berdasarkan jumlah pemakaian darah.

+ UTDD ( Unit Transfusi Darah Daerah ) PMI DKI Jakarta 
Untuk rumah sakit-rumah sakit yang letaknya jauh dari UTDD dan permintaan darahnya sedikit/jarang maka service cost akan ditarik langsung oleh UTDD.
Setiap pembayaran service cost disertai tanda bukti pembayaran yang sah dari rumah sakit atau dari UTDD PMI DKI Jakarta.

4. PEMAKAIAN DARAH
+ Pemecahan Darah menjadi Komponen
Darah terdiri dari bagian-bagian atau komponen darah dengan fungsinya masing-masing. Komponen-komponen darah yang penting adalah eritrosit, leukosit, trombosit, plasma dan faktor pembekuan darah. Dengan kemajuan teknologi kedokteran, komponen-komponen darah tersebut dapat dipisah-pisahkan dengan suatu proses. 

+ Pengguna Darah sesuai Komponen
Keuntungan terapi komponen darah, bagi penderita jelas, oleh karena hanya menerima komponen darah yang dibutuhkan. 
Darah dapat pula disimpan dalam bentuk komponen-komponen darah yaitu: eritrosit, luekosit, trombosit, plasma dan faktor-faktor pembekuan darah dengan proses tertentu yaitu dengan Refrigerated Centrifuge.
  
5. GOLONGAN DARAH
Apakah Golongan Darah itu?
Golongan darah ditentukan adanya suatu zat/antigen yang terdapat dalam sel darah merah. Dalam system ABO yang ditemukan Lansteiner tahnu 1900, golongan darah dibagi:Gol Sel Darah Merah Plasma
A Antigen A Antibodi B
B Antigen B antibodi A
AB Antigen A & B tak ada antibodi
O Tak ada antigen Antibodi Anti A & Anti B



Siapa yang menemukan asal muasal golongan darah pada manusia?
Landsteiner adalah orang yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam ABO system pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan dilakukan dengan melakukan reaksi antara sel darah merah dan serum dari donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi dan dan satu macam tanpa reaksi. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau samasekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Lantas, siapa yang menemukan golongan darah AB?
Von Decastello dan Sturli pada tahun 1901 yang menemukan golongan darah AB di mana kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibody.

Apakah Rh/Rhesus Faktor itu? 
Rh Faktor adalah juga semacam sistem golongan darah, dengan melihat ada/tidak adanya antigen Rh di dalam sel darah merahnya.

Apakah ada macam golongan darah lain?
Selain ABO dan Rh, masih ada banyak sistem penggolongan darah menurut antigen yang terdapat dalam sel darah merah antara lain : MWSP, Lutheran, Duffy, Lewis, Kell dan sebagainya.

Berapa kalikah kita boleh menyumbangkan darah?
Sebaiknya secara teratur, maksimal 4-6 kali setahun, atau 2-3 bulan sekali penyumbangan dengan jarak waktu sangat dekat adalah sangat berbahaya karena tidak baik untuk kesehatan.

KORPS SUKARELA PALANG MERAH INDONESIA UNIT UNIVERSITAS LAMPUNG

© 1992-2011 DIVISI TRANSFUSI DARAH
Sekretariat : Jl. Prof.Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Universitas Lampung Gedung Meneng Bandar Lampung 35145
Telp : 0721-7410708 E-mail : ksrpmi.unila@gmail.com Web: http://ksrpmiunila.net.tc/
Copyright © 2011 INFO & ARTIKEL All rights reserved.
Supported by UKM KSR PMI UNILA . Desain by Pe2NgK